BERHENTI MEROKOK

PNEUMONIA
May 7, 2014
METISKA FARMA PRESENT IN PIT III PAPDI BANTEN
June 30, 2014
Show all

BERHENTI MEROKOK

BERHENTI MEROKOK

merokok1_313

PENDAHULUAN

Kebiasaan merokok mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan terutama pada organ paru-paru dan pernafasan. Berbagai penyakit paru  timbul akibat rokok antara lain kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Di Indonesia prevalensi perokok makin meningkat tidak saja laki-laki namun juga pada perempuan. Yang lebih memprihatinkan makin banyak perokok sudah dimulai pada usia yang  sangat dini.

Selain itu rokok juga memberikan bahaya bagi orang yang berada sekitar perokok. Hal ini penting karena lebih dari 85% perokok di Indonesia mengkonsumsi rokok bersama anggota keluarganya di dalam rumah. Lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpajan asap rokok setiap harinya dan 43 juta diantaranya adalah anak-anak.

Indonesia menempati urutan ke 5 negara pengkonsumsi rokok terbanyak dan urutan ke 3 negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. WHO memprediksi bahwa tahun 2020, penyakit yang disebabkan oleh rokok akan mengakibatkan kematian sekitar 8,4 juta jiwa di dunia dan setengah dari kematian  tersebut berasal dari Asia. Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan sebanyak 10 % atau sekitar 200.000 jiwa dari total kematian di Indonesia disebabkan oleh rokok.

Berhenti merokok akan mengurangi risiko terjadinya kelainan pada paru. Pada orang yang sudah mengalami penyakit paru, dengan menghentikan kebiasaan merokok akan memperlambat perjalanan penyakitnya dan memperbaiki kualitas hidupnya. Masalahnya adalah tidak semua orang mau berhenti merokok meskipun sudah mengalami gangguan pernafasan.

 

EPIDEMIOLOGI PEROKOK

Tingkat konsumsi rokok di Indonesia terus mengalamai kenaikan dari tahun ke tahun. Selama kurun waktu tahun 1970 hingga 2000, konsumsi rokok di Indonesia naik 7 kali lipat dari 33 milyar  batang menjadi 217 milyar batang. Pada tahun 2008 menjadi 240 milyar batang. Dengan tingkat konsumsi sebesar itu sama dengan uang senilai  330 milyar rupiah yang di bakar oleh perokok Indonesia setiap harinya.

Data dari Riset Kesehatan dasar (Riskesdas) 2010, jumlah perokok laki-laki lebih tinggi 65,9% dibandingkan perempuan. Umur pertama kali merokok paling banyak pada usia 15-19 tahun sebesar 43,3 %.

MASALAH KESEHATAN AKIBAT MEROKOK

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang dapat menimbulkan kerugian di masa depan bagi perokok. Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat merokok antara lain kanker paru, Penyempitan pembuluh darah, gangguan endokrin dan metabolism, Gangguan pencernaan, Gangguan sistem reproduksi seperti impotensi dan disfungsi ereksi bagi laki-laki:

IMPOTENSI

Impotensi atau disfungsi ereksi definisi nya adalah gangguan / kegagalan penis untuk bererksi Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi. Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arteri ke penis.

PENGOBATAN :

  1. Berhenti Merokok
  2. Perbaiki gaya hidup sehat
  3. Konsultasikan ke dokter, dokter biasanya akan memberikan terapi pengobatan salah satunya dengan pemberian Sildanfil citrate (EMPOSIL)

Sildanafil Citrate (EMPOSIL) merupakan preparat yang bekerja spesifik pada corpus cavernosum di penis dengan cara memblok enzim PDE5 sehingga penis dapat berereksi.

Sumber :

  1. http://www.dokterku-online.com/index.php/article

Comments are closed.